Duhai bakal-bakal kekasihku
Ketuklah pintu hatiku
Jika kalian gemarkan kata-kata palsu
Marilah bersama-sama kekasih-kekasihku
Yang sudah sedia ada yang gilakan madah palsuku

Wahai bakal-bakal kekasihku
Mari ke mari akan kubuka pintu
Pintu hatiku ini sedia menerimamu
Marilah bersama-sama bersamaku
Jadilah kalian semua bersaudara dengan kekasih-kekasih lamaku

Jika kalian tidak mengenali antara kalian
Tak usah risau tak usah terkilan
Puisi-puisi indahku memang palsu tidak terkirakan
Lagu-lagu rinduku juga palsu tidak dapat dinafikan
Tidak mengapa jika kalian tidak mengenali antara kalian
Kerana tentulah mudah aku ‘putar-alam’kan, bukan?

Ah, duhai bakal-bakal kekasihku
Sudah kutahu kalian akan terpikat dengan rayuanku
Kalian akan tunduk kepada segala kehendakku
Selagi kalian menyukai yang palsu
Selagi itulah kalian menjadi kekasih-kekasihku.